Cerita Hot | Cerita Dewasa Tante | Kumpulan Cerita Dewasa | Cerita Dewasa Terbaru

Jumat, 08 Januari 2016

Birahi Seks Janda Hot | 54DewaPoker.com

Birahi Seks Janda Hot

Aku adalah Dokter yang sudah belasan tahun praktek dikawasan Jakarta Barat rata-rata pasienku adalah kalangan menengah kebawah aku juga tidak mau dibandingkan dengan dokter-dokter lainya yang kaya akan materi tapi aku tidak akan mengeluh dengan hasil apa adanya aku sudah bisa mensyukuri tapi jujur saja aku juga ingin membahagiakan istriku.

BANDAR POKER ONLINE TERPERCAYA



Dengan pekerjaanku yang melayani masyarakat kelas bawah, yang sangat memerlukan pelayanan kesehatan yang terjangkau, aku memperoleh kepuasan secara batiniah, karena aku dapat melayani sesama dengan baik.

Namun dibalik itu, aku pun memperoleh kepuasan yang amat sangat dibidang non materi lainya. Suatu malam hari, aku diminta mengunjungi pasien yang katanya sedang sakit parah dirumahnya. Seperti biasa, aku mengunjunginya setelah aku menutup praktek pada sekitar setengah sepuluh malam.

Ternyata sakitnya sebenarnya tidaklah parah bila ditinjau dari kacamata kedokteran, hanya flu berat disertai kurang darah, jadi dengan suntikan dan obat yang bisa aku sediakan bagi mereka yang kesusahan memperoleh obat malam-malam, siibu dapat diringankan penyakitnya.

Saat aku mau meninggalkan rumah siibu, ternyata tanggul ditepi sungai jebol, dan air bak menerjang, hingga mobil kijang buntutku serta merta terbenam sampai setinggi kurang lebih 50 senti dan mematikan mesin yang sempat hidup sebentar.

Air dimana-mana, dan aku pun membantu keluarga siibu untuk mengungsi ke atas, karena kebetulan rumah petaknya terdiri 2 lantai dan dilantai atas ada kamar kecil satu-satunya tempat anak gadis siibu tinggal.

AGEN BLACKJACK ONLINE TERPERCAYA



Karena tidak ada kemungkinan untuk pulang, maka siibu menawarkan aku untuk menginap sampai air surut. Dikamar yang sempit itu, siibu segera tertidur dengan pulasnya, dan tinggalah aku berduaan dengan anak siibu, yang ternyata dalam sinar remang-remang, tampak manis sekali maklum umurnya aku prik ke jam perkirakan baru sekitar awal dua puluhan.

“Pak dokter, maaf ya kami tidak dapat menyungguhkan apa apa, agaknya semua perabotan dapur terpendam dibawah”, katanya dengan suara yang begitu merdu, sekalipun diluar terdengar hamparan hujan masih mendayu dayu.

“Oh, enggak apa-apa kok dik”, sahutku. Dan untuk melewati waktu, aku banyak bertanya padanya, yang ternyata bernama Ayu.

Ternyata Ayu adalah janda tanpa anak, yang suaminya meninggal karena kecelakaan di laut 2 tahun lalu. karena hanya berdua saja dengan ibunya yang sakit-sakitan, maka Dea tetap menjanda.

Ayu sekarang bekerja pada pabrik konvensi pakain anak-anak, namun perusahaan tempatnya berkerja pun terkena dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan. Saat aku melirik ke jam tanganku, ternyata jam telah menunjukan jam setengah dua dini hari,dan aku lihat Ayu mulai terkantuk-kantuk maka aku sarankan dia untuk tidur saja , dan karena sempitnya kamar ini, aku terpaksa duduk disamping Ayu yang mulai merebahkan diri.

Tampak rambut Ayu yang panjang terburai diatas bantal. Dadanya yang membusung tampak naik turun dengan teraturnya mengiringi nafasnya. Ketika Ayu berbalik badan dalam tidurnya, belahan bajunya agak tersingkap, sehingga dapat kulihat buah dadanya yang montok dengan belahan yang sangat dalam.

BANDAR CAPSA SUSUN ONLINE TERPERCAYA



Pinggangnya yang ramping lebih menonjolkan busungan buah dadanya yang tampak sangat menantang. Aku coba merebahkan diri disampingnya dan ternyata Ayu tetap lelap dalam tidurnya. Pikirku menerawang, teringat aku akan Susi, yang juga mempunyai buah dadanya yang montok, yang pernah aku tiduri malam minggu yang lalu, saat aku melepaskan lelah dipanti pijat tradisional yang terdapat banyak dikawasan aku berpraktek.

Tapi Susi ternyata hanya nikmat dipandang, karena permainan seksnya jauh dibawah harapanku. Waktu itu aku hampir-hampir tidak dapat pulang berjalan tegak, karena burungku masih tetap keras dan mengacung setelah selesai bergumul dengan Susi.

Maklum aku tidak terpuaskan secara seksual, dan kini telah seminggu berlalu dan aku masih memendam birahi diselangkanganku. Aku mencoba merabah buah dada Ayu yang begitu menantang, ternyata dia tidak memakai beha dibawah bajunya.

Teraba puting susunya yang mungil. Dan ketika aku mencoba melepaskan bajunya, ternyata dengan mudah untuk aku lakukan tanpa membuat Ayu terbangun. Aku dekatkan bibirku keputingnya yang sebelah kanan ternyata Ayu tetap tertidur.

Aku mulai merasakan kemaluanku mulai membesar dan agak menegang, jadi aku teruskan permainan bibirku ke puting susu Ayu yang sebelah kiri, dan aku mulai meremas buah dada Ayu yang montok itu.

Terasa Ayu bergerak dibawah himpitanku, dan tampak dia terbangun, namun aku segera menyambar bibirnya , agar dia tidak menjerit. Aku lumatkan bibirku ke bibirnya, sambil menjulurkan lidahku kedalam mulutnya.

Terasa sekali Ayu yang semula agak tegang, mulai rileks dan agaknya dia menikmati juga permainan bibir dan lidahku, yang disertai dengan remasan gemas pada kedua buah dadanya. Setelah aku yakin Ayu tidak akan berteriak, aku alihkan bibirku kearah bawah, sambil tanganku mencoba menyibakan roknya agar tanganku dapat meraba kulit pahanya.

AGEN DOMINO QQ ONLINE TERPERCAYA



Ternyata Ayu sangat berkerja sama, dia gerakkan bokongnya sehingga dengan mudah malah aku dapat menurunkan roknya sekaligus dengan celana dalamnya, dan saat itu kilat diluar membuat sekilas tampak pangkal Dea yang mulus, dengan bulu kemaluan yang tumbuh lebat diantara pangkal pahanya itu.

Kujulukan lidahku kususupi rambut lebat yang tumbuh sampai ditepi bibir besar kemaluanya. Ditengah atas, ternyata clitoris Ayu sudah mulai mengeras, dan aku jilati sepuas hatiku sampai Terasa Ayu menggerakan bokongnya pasti dia menahan gejolak berahinya yang mulai terusik oleh jilatan lidahku itu.

Ayu membiarkan aku bermain dengan bibirnya, dan terasa tanganya membukai kancing kemejaku, lalu melepaskan ikat pinggangku dan mencoba melepaskan celanaku. Agaknya Ayu mendapat sedikit kesulitan karena celanaku terasa sempit karena kemaluanku yang makin membesar dan makin menegang.

Sambil tetap menjilati kemaluanya, aku membantu Ayu melepaskan celana panjang dan celana dalamku sekaligus, sehingga kini kami mulai bertelanjang bulat, berbaring bersama dilantai kamar sedangkan ibunya masih nyenyak diatas tempat tidur.

Mata Ayu tampak agak terbelalak saat dia memandang kearah bawah perutku, yang penuh ditumbuhi rambut kemaluanku yang subur, dan batang kemaluanku yang telah membesar penuh dan dalam keadaan tegang, menjulang dengan kepala kemaluanku yang membesar pada ujungnya dan tampak merah berkilat.

Kutarik kepala Ayu agar mendekat ke kemaluanku, dan kusodorkan kepala kemaluanku kearah bibirnya yang mungil. Ternyata Ayu tidang canggung membuka mulutnya dan mengulum kepala kemaluanku dengan lembutnya.

Tangan kananya mengelus batang kemaluanku sedangkan tangan kirinya meremas buah kemaluanku. Aku memajukan bokongku dan batang kemaluanku makin dalam memasuki mulut Ayu.

Kedua tanganku sibuk meremas buah dadanya, lalu bokongnya dan juga kemaluanku. Aku memainkan jariku di Clitoris Ayu yang membuatnya mengelinjang saat aku rasakan kemaluan Ayu mulai membasah, aku tahu saatnya sudah dekat.

Kulepaskan kemaluanku dari kuluman bibir Ayu, dan kudorong Ayu hingga terlentang. Rambut panjangnya kembali terburai diatas bantal. Ayu mulai sedikit merenggangkan kedua pahanya, sehingga aku mudah menempatkan diri diatas badanya, dengan dada menekan kedua buah dadanya yang montok, dengan bibir yang melumat bibirnya, dan bagian bawah tubuhku berada diantara kedua pahanya yang makin dilebarkan.

AGEN CEME ONLINE TERPERCAYA



Aku turunkan bokongku dan terasa kepala kemaluanku menyentuh bulu kemaluan Ayu, lalu aku geserkan agak kebawah dan kini terasa kepala kemaluanku berada diantara kedua bibir bersarnya dan mulai menyentuh mulut kemaluanya.

Kemudian aku dorongkan batang kemaluanku perlahan-lahan menyusuri liang sanggama Ayu, terasa agak seret majunya karena Dea telah menjanda 2 tahun, dan agaknya belum merasakan batang kemaluan laki-laki sejak itu.

Dengan sabar aku majukan terus batang kemaluanku sampai akhirnya tertahan oleh dasar kemaluan Ayu. Ternyata kemaluanku cukup besar dan panjang bagi Ayu, namun ini hanya sebentar saja karena segera terasa Ayu mulai sedikit mengerakan bokongnya sehingga aku dapat mendorong batang kemaluanku sampai habis menghuncam ke dalam liang kemaluan Ayu.

Aku membiarkan kemaluanku didalam liang kemaluan Ayu sekitar 20 detik baru setelah itu aku mulai menariknya perlahan-lahan, sampai kira-kira setengahnya, lalu aku dorongkan dengan lebih cepat sampai habis.

Gerakan bokongku ternyata membangkitkan birahi Ayu yang juga menimpali dengan gerakan bokongnya maju mundur, kadang kala kearah kiri dan kanan dan sesekali bergerak memutar, yang membuat kepala dan batang kemaluanku terasa diremas-remas oleh liang kemaluan Ayu yang makin membasah.

Tidak terasa Ayu terdengar mendesah desah, terbaur dengan dengusan nafasku yang ditimpali dengan hawa nafsu yang makin membumbung.

Untuk pertama kali aku menyetubuhi Ayu, aku belum ingin melakukan gaya yang barang kali akan membuatnya kaget, jadi aku teruskan gerakan bokongku mengikuti irama bersetubuh yang tradisional, namun ini juga membuahkan hasil kenikmatan yang amat sangat.

Sekitar 40 menit kemudian, disertai dengan jeritan kecil Ayu, aku hujamkan seluruh batang kemaluanku dalam dalam, kutekan dasar kemaluan Ayu dan seketika kemudian. Terasa kepala kemaluanku mengangguk ngangguk didalam kesempitan liang kemaluan Ayu dan memancarkan air maniku yang telah tertahan lebih dari satu minggu.

Terasa badan Ayu melemas, dan aku biarkan berat badanku tergolek diatas buah dadanya yang montok. Batang kemaluanku mulai melemas, namun masih cukup besar dan kubiarkan tergoler dalam jepitan liang kemaluanya.

Terasa ada cairan hangat mengalir membasahi pangkal pahaku. sambil memeluk tubuh Ayu yang berkeringat, aku bisikan ketelinganya, Ayu trimakasih.
Share:
Lokasi: Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Blogger templates